Sabtu (11/3) Sahabat Literasi PT KANISIUS melakukan kampanye literasi di Jalan Malioboro Yogyakarta. 20 orang anggota Sahabat Literasi menggunakan kaos biru dengan tulisan mencolok “SAHABAT LITERASI” di punggungnya, menggelar aksi di depan Mal Malioboro.  Gerimis sore itu tak menyurutkan semangat mereka untuk membaca buku di sepanjang selasar Mal. Anggota Sahabat Literasi yang berjumlah 20 orang membaca buku bersama di lokasi yang sama! Tentu, yang mereka lakukan itu mengundang perhatian orang, termasuk satpam Mal.

 

Tak lama mereka asyik membaca. Satu dua orang sahabat literasi mulai bergerak menyapa orang di sekitarnya. “Mas, suka membaca?” itu sekadar sapaan pembuka, sebelum menggugah minat baca orang yang disapanya. “Mbah, niki wayahe?” sapa seorang Sahabat pada seorang nenek dengan dua anak balita, “Sok ndongengi wayahe mboten? Ini buku cerita bagus untuk dibacakan pada cucunya.. Penting lho Mbah ndongengi anak cucu. Cucunya bisa pandai karena jadi suka membaca, dan Simbah bakal dikenang sebagai orang tua yang memberikan kehangatan cinta. Dia akan ingat Simbah sampai nanti dewasa….”

 

Pada kampanye sore itu, Sahabat Literasi membawa 390 buku yang disediakan bagi siapa pun yang menginginkan. “Adik suka membaca?” Semua kalangan dari berbagai usia mereka sapa. “Ini ceritanya bagus lho Dik, tentang Panda dan bambu ajaib… seru, coba adik baca,” kata seorang Sahabat pada bocah di depannya. Pengunjung Malioboro tidak semuanya merupakan warga masyarakat asli Kota Yogyakarta. Sore itu Sahabat Literasi berjumpa dengan kelompok wisata dari Bandung, Bojonegoro, Lamongan, dan Surabaya.

 

 

Kebanyakan yang disapa menanggapi dengan senang hati. “Iya, sangat senang sekali. Kami bangga masih ada yang peduli literasi. Semoga dengan adanya program ini bisa membawa pelajar dan masyarakat makin berilmu. Sukses selalu untuk Sahabat Literasi, dan terima kasih..,” komentar Maslichatus, Siswi SMA Muhammadiyah 3 Surabaya yang dijumpai. Seorang Sahabat bertutur mengenai komentar bapak yang diajaknya berbincang mengenai buku terjemahan How to Beat the Blues. “Wah, kalau ngomong sedih, dah habis air mata ini untuk menangis. Udah ndak ada air mata yang tersisa,” kata Pak Awaludin sambil meminta buku tersebut.

 

Entitas buku tak lain adalah pengetahuan. Pengetahuan inilah yang turut berperan menentukan peradaban manusia. Karena itu, Sahabat Literasi akan terus berkampanye agar masyarakat kembali membaca buku bermutu. Pukul 16.30 Sahabat Literasi mengakhiri kampanye di Malioboro. Rencananya, program ini akan dilaksanakan tiap dua bulan sekali di tempat-tempat berbeda.

 

 

 

 

 

 

 

*Warindra, Sahabat Literasi