Terima kasih kepada Koran Jakarta atas pemuatan resensi buku “Heaven On Earth” pada Hari Kamis, 23 Februari 2017 yang ditulis oleh Saudari Husnul Aini, alumna Universitas Mataram.

 

Berikut merupakan nukilan dari resensi buku tersebut.

 

Kehidupan manusia dipenuhi warna, tidak hanya hitam dan putih. Bagaikan potret, banyak tragedi dan peristiwa yang menghiasi. Potret kehidupan manusia tersebutlah yang menjadi tema besar buku ini. Manusia berlomba bertahan dan berinovasi. Dia berusaha menunjukkan kekuatan dan kehebatan. Namun sehebat apa pun, manusia terikat waktu, kenangan, dan impian. Dia juga terikat tempat dan hukum-hukum. Orang bersifat fana karena tidak kekal. Dia bersifat mortal karena bisa mati (halaman 17).

 

Agar manusia bisa mengurangi kepedihan, harus menyikapi waktu dengan bijak. Caranya, reclaim yesterday, enjoy today, and master tomorrow. Seyogianya manusia memaknai ulang masa lalu, menikmati masa kini, dan mempersiapkan untuk yang terbaik demi masa depan (halaman 20).

 

Bagaimanapun manusia tetap terikat tempat dan hukum. Dia tidak bebas menjalankan hidup sesuai keinginannya. Ada aturan yang mengikat. Ingin berhasil, ya harus kerja keras. Keberhasilan hanya tinggal impian jika bermalas-malasan. 

 

Secanggih apa pun teknologi, akhirnya manusia harus mati dan pulang kepada pencipta-Nya. Manusia tetaplah makhluk fana yang merupakan bagian dari penciptaan. Manusia tidak akan bisa menjadi Tuhan, sehebat apa pun dia.

 

Selebihnya dapat dibaca di portal ini http://www.koran-jakarta.com