Jumat (10/2) Sahabat Literasi PT KANISIUS turun ke Jogja City Mall, pusat perbelanjaan di Jalan Magelang, Yogyakarta, dalam event Edufair TK-SD Kalam Kudus. Berhadapan dengan orang tua muda dengan anak usia TK dan SD, Sahabat Literasi menghadirkan seorang Psikolog dan menggelar talkshow, dilanjutkan story telling.

 

Rosalia Emmy, Psikolog yang tak asing dengan dunia perbukuan bidang pendidikan dan pengasuhan anak, mengangkat tema: Mendongeng dengan Buku, Mengenalkan Literasi pada Anak. Anak yang didongengi orang tua akan mendapatkan pengalaman diperhatikan dan dicintai. Ia merasakan nilai kehadiran dan kehangatan cinta orang tuanya. Pengalaman itu akan dikenangnya sebagai pengalaman masa kecil menyenangkan hingga dewasa. Mendongeng dengan buku, sekaligus akan mengasah minat baca anak. Ini menjadi awal yang baik membangun budaya literasi. Diyakini bahwa menumbuhkembangkan budaya literasi pada ekosistem pendidikan mulai dari keluarga, sekolah, dan masyarakat sangat penting sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup nantinya.

 

Orang tua yang hadir mendapatkan kesempatkan berbagi pengalaman mendongeng pada anak. Beberapa memanfaatkan kesempatan itu sebagai tanya jawab dan konsultasi pengasuhan anak. Tampak orang tua sangat antusias.

 

Talkshow dilanjutkan dengan storytelling di hadapan anak-anak. Sahabat Literasi mengangkat buku seri tokoh Franklin, dengan menghadirkan figurnya di tempat itu. Anak-anak tak tahan berdiam diri, beberapa naik ke panggung mengerubuti Franklin sambil mendengarkan kakak storyteller bercerita tentang Franklin. Di akhir cerita, anak ditanya serapan informasi yang baru disampaikan.

 

Sebagai bentuk apresiasi atas kemampuan menyerap dan mengungkapkan yang dipahaminya, disediakan hadiah buku cerita anak dan flashcard. Orang tua yang hadir bisa menyimak proses ini. Literasi bukan sekadar melek aksara alias mampu membaca dan menulis. Membangun budaya literasi pada anak yang belum mampu membaca bisa dimulai dengan mengenalkan buku dan bercerita. Anak akan belajar mengakses, menyeleksi, mengelola informasi dan mengomunikasikan pengetahuannya. Ini akan sangat membantu dalam proses belajar selanjutnya. (Warindra, Sahabat Literasi).