Pemenang 1 Bambang Ruwanto mendapatkan paket buku cerita anak.

Menanam pohon merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi laju pemanasan global. Sebab dalam proses fotosintesis, pohon (tumbuhan hijau) membutuhkan gas karbondioksida. Seperti diketahui, gas karbondioksida adalah salah satu gas rumah kaca yang memicu pemanasan global. Oleh karena itu, semakin banyak pohon yang ditanam, konsentrasi gas karbondioksida di udara akan semakin berkurang. Untuk menyadarkan kepada masyarakat, khususnya generasi muda, pentingnya menanam pohon, saya telah menerbitkan buku "Seri Pemanasan Global" (Penerbit Kanisius, 2010). Pada salah satu seri dalam buku itu saya menjelaskan alasan pentingnya menanam pohon. Di samping itu, ketika putri bungsu saya masih duduk di jenjang sekolah dasar, saya mengusulkan kepada sekolah supaya anak-anak dibiasakan menanam dan merawat pohon. Usulan diterima, sehingga setiap anak wajib menanam pohon dalam pot yang ditempatkan di depan kelas masing-masing. Dengan cara ini diharapkan anak berlatih menanam dan merawat pohon sejak dini.

 

Pemenang 2 Imelda Ari mendapatkan paket buku cerita anak.

Cara menanamkan kepedulian terhadap alam (pohon) pada anak, kami lakukan dengan memberi contoh pada anak. Saat ini kami dirumah yg kebetulan punya halaman luas kami anami aneka pohon buah, jadi anak melihat dan menikmati bahwa alampun bisa membalas budi baik kita menanam, merawat pohon, yaitu dengan buah yg dihasilkan, tidak usah beli (jambu biji, jambu air, mangga, pepaya, sirsat, srikaya & jeruk nipis), bahkan malah kadang bisa dijual sedikit-sedikit. Melalui pohon, sekaligus kita memupuk tanah, dengan limbah daun. Dan daun-daun yg kita ambil untuk pakan ternak (kambing), menghasilkan pupuk juga dari limbah ternaknya. Halaman juga jadi nyaman, karena rindang, nyaman untuk bermain oleh mereka. Setiap waktu senggang di luar rumah (pagi / sore) anak diajak melihat-lihat tanaman, apa ada yang mulai berbuah, apakah ada hama yg hinggap. Jika pas masak butuh cabe, daun jeruk purut, jeruk nipis  anak diajak untuk memetik di halaman; Anak-anak dengan senang hati membantu & kadang berkomentar "Enak ya Ma....kita ga usah beli, tinggal petik". Diluar rumah, dalam perjalanan menuju tempat kerja & sekolah kami selalu melewati sawah-sawah gunung Merapi & Merbabu terlihat jelas, kadang gunung Slamet...Gunung Lawu klihatan dari kejauhan jika cuaca cerah sekali. Di situ saya selalu ngobrol dgn anak tentang Maha Kuasa Allah mencipta alam semesta untuk dimanfaatkan manusia, mensyukuri karunia alam semesta yg indah. Tentang sampah pun kami juga selalu menanamkan utk memisahkan, yang kemasan plastik kita pisah, kadang dijual di tukang rosok, daun&organik; di tampung dilobang sampah dikebun untuk pupuk.

Tentang kerusakan alam, banjir juga bisa saya sampaikan...misalkan jika musim hujan kami lewati jalan yang kadang banjir karena saluran air untuk membuang sampah, kadang mau lewat sambil nunggu penduduk setempat membersihkan sampah yg menyumbat tersebut, jd anak melihat langsung akibat dari membuang sampah disungai itu menyebabkan banjir. Hal-hal kecil yg kita lihat sehari-hari sungguh suatu sarana menyadarkan anak-anak tentang kecintaan pada alam semesta. Itu cara kami menanamkan kepedulian & kecintaan anak kepada alam semesta & pohon khususnya.

 

Pemenang  3 Th. Endah Ngestining Rahayu mendapatkan paket buku cerita anak.

Berawal dari gambaran bencana alam berupa banjir dan tanah longsor yang ada disekitar kami kulon progo, dan berangkat dari pengalaman anak-anak di daerah tertentu dekat sekolah yang apabila musim kemarau sumur-sumur dirumah atau tetangga mengalami surut bahkan tidak keluar air sama sekali. Kami membawa anak-anak kami untuk melihat dari kenyataan yang ada bahwa pohon, fungsi pohon, manfaat pohon sungguh sangat penting dan berguna bagi kita, bahkan tanpa pohon manusia akan sangat sengsara. Ini akibat dari tidak adanya pohon atau berkurangnya populasi pohon. Selain itu dalam pembelajaran ada juga yang mengulas tentang fungsi pohon dan manfaatnya. Berangkat dari sana maka kami sebagai guru mengajak anak- anak untuk belajar menanam tanaman dari yang paling ringan seperti tanaman sayuran, yang bisa ditanam dipolibag. Pada saat- saat tertentu ketika ada bantuan pohon tanaman keras seperti buah-buahan, pohon jati, pohon sengon kami juga melibatkan anak-anak dalam menanam. Dengan keterlibatan anak-anak dalam menanam pohon darivyang paling kecil ini kami berharap akan muncul kecintaan anak-anak kami terhadap alam dan lingkungan, serta benar- benar merasakan manfaat menanam pohon disekitar kami. Terimakasih.

Selamat kepada para pemenang, ikuti program kami berikutnya.