Pertumbuhan perusahaan di Indonesia dari masa ke masa makin meningkat. Pertumbuhan ini diiringi dengan adanya stereotip tentang Sumber Daya Manusia yang berkembang; bergeser dari “aset” menjadi “modal”. Aset merupakan kekayaan yang dimiliki yang bisa diukur secara jelas. Sedangkan modal merupakan suatu faktor produksi yang penting bagi jalannya produktivitas perusahaan. Pergeseran ini tentu menunjukkan suatu perkembangan yang cukup signifikan dalam sejarah perkembangan SDM perusahaan di Indonesia.

 

Buku Practical Human Resources adalah referensi utama yang cukup representatif dan komprehensif dalam perkembangan SDM perusahaan di Indonesia, sebagaimana dikatakan oleh FX Sri Martono pada pengantar buku ini. Practical Human Resources merupakan buku yang “menyeimbangkan” pembelajaran mengenai Human Capital. Melihat fakta di lapangan, lebih banyak buku mengenai Human Capital yang mendaraskan pada aspek konseptual dan teoritis. Sementara, kebutuhan praktis akan ilmu ke-HRD-an begitu meningkat dengan bidang yang semakin beragam.

 

Buku ini berisi rangkaian 25 tulisan dari para kontributor yang berasal dari berbagai latar belakang perusahan ternama di Indonesia. Buku terdiri atas 4 bagian. Bagian I berisi praktik SDM, bagian II berisi strategi dan pengembangan SDM, bagian III berisi tentang pengupahan, hubungan industrial, dan HRIS, serta bagian IV yang membahas tentang budaya perusahaan serta persoalan-persoalan tentang Human Resources. Sebagian besar dari penulis menghadirkan studi kasus yang berangkat dari pengalaman dan pendekatan mereka masing-masing.

 

Sementara di antara rangkaian 25 kontributor itu terdapat tulisan-tulisan A.M. Lilik Agung yang notabene menjadi semacam penyegar bagi pembaca. Tulisan A.M. Lilik Agung ini membahas dengan bahasa segar dari “Pola Pikir Melayani” sampai “Transformasi Budaya”, yang mana benang merah dari tulisan-tulisan ini tidak jauh dari persoalan para penulis sebagai praktisi SDM.  

 

Mewujudkan tata kelola SDM di perusahaan menjadi lebih baik menjadi ruh para penulis dalam buku ini. Dengan demikian, buku ini tidak serta-merta menyuguhkan kelindan pengalaman para penulis di perusahaan masing-masing tapi juga membawa pesan kepada para pembaca (terutama para praktisi SDM) untuk mau berubah bersama perusahaan ke arah yang lebih baik. Membaca perkembangan SDM perusahaan di Indonesia melalui buku ini tentunya menjadi menarik dengan menyimak setiap nilai positif yang ditawarkan oleh masing-masing kontributor. Terlepas dari itu dalam penutup yang ditulis oleh Ferry Doringin, dikatakan bahwa dalam bingkai organisasi tidak bisa dipisahkan dengan tipe pemimpin. Artinya dalam konteks ini, keberadaan pemimpin memberi pengaruh yang besar bagi perkembangan SDM di suatu perusahaan. Tak pelak, kemudian ditegaskan dalam penutup yang menawarkan kesimpulan bahwa dengan karakter yang kuat, pemimpin bisa melewati tantangan-tantangan yang menghadang di depan mata. Karakter itu diperkuat lewat spiritualitas diri yang dihidupi secara mendalam (hal.246).

 

Buku ini tentu pantas dimiliki oleh para praktisi SDM, pemerhati, maupun akademisi. Dengan harapan perkembangan SDM di Indonesia semakin memberikan nilai positif  bagi peningkatan produktivitas dan kesejahteraan para pekerjanya serta ketahanan perusahaan yang menaunginya.