Keberadaan anak berkebutuhan khusus bukanlah sesuatu yang kemudian dicap sebagai aib. Anak berkebutuhan khusus hadir sebagai bentuk keberagaman yang merupakan sebuah kekuatan untuk memperkaya dan memperkuat dunia supaya menjadi lebih menarik.  Buku ini hendak menunjukkan kepada pembaca supaya dapat melihat “kebutuhan” anak berkebutuhan khusus di sekolah sebagai persoalan bagi para pendampingnya bukan persoalan bagi mereka. Ketika murid berkebutuhan khusus kurang menunjukkan kemajuan dan tidak terlibat, para pendamping perlu mempertimbangkan pengajarannya supaya mereka bisa lebih maju dan terlibat.

 

“Asih asah asuh” (3A) adalah diktum yang dimunculkan oleh  founding father pendidikan di Indonesia. Diktum ini tentu sangat relevan bagi pola pendidikan anak berkebutuhan khusus. Adapun buku yang berlatar belakang pendidikan di Inggris ini membahas mulai dari bagaimana mengartikan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus, teori mengenai pendidikan inklusif, mengenal berbagai gangguan anak berkebutuhan khusus hingga pada identifikasi dan asesmennya. Selain itu juga terdapat strategi untuk membantu dan mengajar anak berkebutuhan khusus serta peran dari pendamping (SENCO) bagi anak berkebutuhan khusus. Bab-bab dalam buku ini juga disertai dengan berbagai studi kasus  yang sudah disesuaikan dengan permasalahan tentang pendidikan anak berkebutuhan khusus yang ada di Indonesia, terutama yang  sedang mengenyam pendidikan di luar maupun di dalam sekolah-sekolah luar biasa.

 

Buku referensi yang ditulis oleh para pakar ABK di Inggris ini dapat dimanfaatkan bagi para pendamping, pemerhati, maupun orang tua anak berkebutuhan khusus, juga bagi kalangan akademisi. Dengan terus-menerus merefleksikan praktik dalam mendampingi anak berkebutuhan khusus, buku penunjang ini dapat menjadi bagian jawaban atas tantangan untuk memenuhi kebutuhan belajar anak berkebutuhan khusus yang beragam di sekolah dasar.

 

*Ganjar S.
Editor Kependidikan-Umum