Inspirasi Hari Ini

  • Melalui Salib Kristus

     

    Hari ini kita merayakan Pesta Santo Andreas Rasul. Dari Injil hari ini jelas dinyatakan bahwa Andreas adalah saudara Simon Petrus. Mereka bersaudara dan dipanggil bersama. Dalam versi Injil Yohanes, Andreas malah dipanggil lebih dulu daripada Simon Petrus. Itulah sebabnya Andreas dihormati di Gereja Bizantium sebagai protokletos, yang  artinya  “yang  dipanggil  pertama”.  Menurut  tradisi,  Santo  Andreas  dimartir  dengan cara  disiksa  dan  disalibkan.  Seperti  halnya  Petrus,  Andreas  meminta  agar  ia  dipaku  dan disalibkan secara terbalik dari cara Tuhan disalibkan. Itulah sebabnya kita mengenal salib yang  berbentuk  diagonal  atau  X  yang  biasa  disebut  dengan  Salib  Santo  Andreas.  Silakan melihatnya di internet. Ada banyak.

     

    Pada renungan hari ini kita diajak untuk meneladani kecintaan Santo Andreas kepada Tuhan  Yesus  yang  tersalib.  Di  sini  dikutipkan  tulisan  Paus  Benediktus  XVI  tentang  kisah sengsara Andreas. Konon ia berkata begini Salam ya Salib, yang disucikan oleh Tubuh Kristus dan dihiasi oleh anggota TubuhNya  bagaikan  mutiara  yang  amat  berharga.  Sebelum  Tuhan  ditakhtakan  padamu,  engkau menjadi  ketakutan  dunia.  Namun  sekarang  engkau  diberkahi  cinta  surgawi,  kau  menjadi lambang anugerah. Orang-orang beriman mengetahui darimu, betapa besar sukacita yang kamu miliki dan betapa banyak karunia yang kamu persiapkan. Sekarang aku datang dengan pasti dan penuh kegembiraan kepadamu, agar kamu juga menerima sukacita dariku sebagai seorang murid dari Dia yang telah bergantung padamu … . Ya Salib yang terberkati, berpakaian kemuliaan dan keindahan Tubuh Tuhan! ... Ambillah aku, bawalah aku dari orangorang, dan perbaruilah aku kepada Guruku, sehingga melalui engkau, Dia yang menebusku lewat dirimu, berkenan menerima aku. Salam, ya Salib. Ya, sungguh. Salam!

     

    Tampak di sini adanya sebuah spiritualitas Kristiani yang sangat mendalam. Salib tidak hanya dilihat sebagai alat penyiksaan melainkan lebih sebagai sarana yang tak terbandingkan bagi  gambaran  sempurna  pada  Sang  Penebus,  pada  butir  gandum  yang  jatuh  di  tanah. Di  sini  kita  memperoleh  sebuah  pelajaran  yang  sangat  penting:  “Salib  kita  sendiri  baru mempunyai nilai apabila dilihat dan disatukan sebagai bagian dari Salib Kristus, bila cahaya Kristus menerangi salib-salib kita. Hanya dengan Salib Kristus penderitaan kita dimuliakan dan memperoleh makna yang sebenarnya.” Marilah kita belajar pada Santo Andreas tentang kesiapsediaannya  mengikuti  Kristus,  untuk  mewartakan  Dia  kepada  semua  orang  dengan penuh semangat, dan khususnya, menjalin relasi yang penuh keakraban dengan Kristus, dan senantiasa sadar bahwa kita hanya memperoleh makna utama dari hidup dan kematian kita dalam Dia. (EM)

     

    Hanya  dengan  Salib  Kristus,  penderitaan  kita  dimuliakan  dan  memperoleh  makna  yang sebenarnya.

    Teks diambil dari Buku Inspirasi Batin Jilid 3 September-Desember 2016