Inspirasi Hari Ini

  • Kasih Tanpa Batas

     

    Apa yang dikemukakan Yesus dalam perumpamaan hari ini menggambarkan tingkah laku dan sikap pribadi seorang hakim, yang hidup dalam masyarakat di zaman-Nya. Yang dahulu berlangsung di bidang kehakiman dahulu, sekarang pun dialami masyarakat kita dewasa ini. Keadaan itu dialami semua warga masyarakat, apa pun keyakinan atau agama yang dimiliki masing-masing. Dalam iman kita sebagai pengikutNya, kita yakin bahwa Kristus telah menebus kita, dan kita yakin bahwa kita ini sudah hidup dalam Kerajaan Allah yang didirikan Kristus. Tetapi, Kerajaan itu masih dalam perjalanan. Ketenangan, kegembiraan, kepuasan, persaudaraan masih berupa cita-cita. Banyak permohonan kita sebagai orang yang percaya kepada Kristus ternyata belum dikabulkan.

     

    Perumpamaan yang dipakai Yesus untuk memperkenalkan siapakah Allah itu sebenarnya, sangat berharga bagi kita sekarang ini juga. Hakim yang sangat kering darahnya dan dingin hatinya  menolak  si  janda,  yang  meminta  tolong  karena  haknya  yang  dilanggar  orang.

     

    Akhirnya, hanya supaya dirinya tidak terus-menerus diganggu oleh janda tersebut, si hakim itu menyetujui permintaan si janda. Allah bukan mencari kepentingan diri sendiri. Ia bukan sosok yang egoistis, bukan sosok yang keras hati. Sebaliknya, Allah Maharahim. Kerahiman-Nya itulah yang menjadi ciri khas kasih-Nya yang tanpa batas, begitu terbuka terhadap manusia ciptaan-Nya. Bahkan PutraNya pun menjadi manusia untuk membebaskan manusia dari belenggu dosa. Memang, apa yang benar dan adil akan selalu menang. Maka, bila kita sungguh percaya akan kerahiman.

     

    Allah, seperti ditandaskan oleh Paus Fransiskus, kita sebagai orang beriman tidak perlu raguragu dalam berdoa mohon kepada-Nya. (HS)